Merancang Topologi Jaringan

 


A. Mengidentifikasikan Sistem Operasi Pada Jaringan 

1. Jenis-jenis Operasi Jaringan : 

a. Sistem Operasi Jaringan Berbasis Text 

Adalah sistem operasi yang proses instalasinya, user diharapkan untuk menghafal sintax – sintax atau perintah DOS yang digunakan untuk menjalankan suatu proses instalasi Sistem Operasi Jaringan tersebut,

Berikut beberapa contoh Sistem Operasi jaringan berbasis text : 

Linux Debian

Linux Suse

Sun Solaris

Linux Mandrake

Knoppix

MacOS

UNIX

Windows NT

Windows 2000 Server  Windows 2003 Server,dll 

b. Sistem Operasi Jaringan Bebasis GUI 

Adalah Sistem operasi yang dalam proses Instalasinya, user tidak perlu menghafal perintah DOS atau bahasa pemograman yang digunakannya, dengan catatan menggunakan perintah perintah yang berupa gambar atau simbol .

Berikut beberapa contoh Sistem Operasi jaringan berbasis GUI : 

Linux Redhat

Windows NT 3.51

Windows 2000 (NT 5.0)

Windows Server 2003

Windows XP

Microsoft MS-NET

Microsoft LAN Manager

Novell NetWare,dll 

2. Menginstal dan Mengkonfigurasi Jaringan 

a. Cara Menginstal Driver NIC Pada SO Berbasis Windows 

 Dalam penginstalan ini diasumsikan bahwa driver sebelumnya belum terinstal. Berikut langkah yang harus kalian lakukan:

Dari menu Start klik -Settings-control Panel.

Selanjutnya, control panel akan membawa kalian pada jalaman utama Control Panel.

Lalu pilih ikon Network untuk masuk dalam halaman setting jaringan. Jika kalian belum menginstal driver ethernet, maka halaman akan terlihat kosong. Driver standart akan di instal pada saat penginstalan windows pertama kali.

Jika driver yang terinstal tidak sesuai dengan LAN Card yang anda miliki, maka kalian harus meng-updatenya atau melakukan penginstalan ulang dengan driver yang sesuai dengan LAN Card yang ada.

Sebelum menambah driver LAN Card yang baru, sebaiknya kalian menghapus semua komponen yang telah terinstal sebelumnya. Caranya dengan memilih salah satu komponen yang akan dihapus, kemudian mengklik tombol Remove. Setelah semua komponen di hapus, Network dalam keadaan kosong.

Kalian dapat menginstal driver LAN Card dengan cara mengklik tombol Add. Selanjutnya akan tampak halaman utama penginstalan.

Karena kalian akan melakukan penginstalan driver LAN Card, kalian harus memilih menu Adapter. Selanjutnya, klik tombol Add. Pemilihan menu ini akan membawa kalian pada halaman penentuan driver yang telah disediakan oleh windows.

Pada halaman tersebut kalian dapat menentukan jenis LAN Card dan driver yang sesuai dengan perangkat keras yang kalian miliki. Apabila kalian menggunakan perangkat keras kartu LAN dengan merek yang sama, kalian dapat memilih jenis Realtek pada kolom Manufactures dan jenis Realtek RTL8029 PCI Fast Ethernet pada kolom Network Adapter.

Klik OK apabila driver telah ditemukan, jika kalian tidak menemukan satu jenis driver yang sesuai dengan LAN Card yang kalian miliki, atau apabila kalian menggunakan LAN Card dengan versi terbaru, biasanya pada saat membeli akan disertakan disket driver.

Apabila kalian ingin menggunakan driver pada disket bawaan, kalian dapat menginstalnya melalui halaman Install From Disk. Klik tombol Have Disk untuk masuk ke halaman tersebut.

Pada halaman Install From Disk, kalian dapat menggunakan tombol Browse untuk menentukan posisi driverLAN Card . Setelah posisi driver ditemukan, klik tombol OK. Tunggulah proses instalasi, sehingga pada halaman Network akan tampak hasil instalasi.

b. Cara Mengkonfigurasi Jaringan Berbasis GUI (Windows dan Linux) 

Klik ikon network connection lalu klik menu edit connections 

Kemudian akan muncul jendela network connections, disini bisa di temukan interface ethernet dan juga interface wlan (Wi-Fi), karena akan mengkonfigurasikan ip address pada interface ethernet, klik menu wired connection lalu klik tombol edit 

Klik menu Ipv4 setting, kemudian ubah methodnya ke manual agar kita bisa melakukan konfigurasi IP addres menjadi static, setelah itu klik tombol add 

Silahkan isikan IP address, netmask dan gateway sesuai dengan pengalamatan yang ada di jaringan anda contohnya : 

Address : 192.168.200.2

Netmask : 255.255.255.0

Gateway : 192.168.200.1 

Sedangkan untuk DNS servernya bisa isi dengan DNS Google ataupun DNS ISP anda sendiri, lalu klik save 

c. Cara Mengkonfigurasi Perangkat jaringan Pada SO Jaringan Berbasis Text 

Ketika komputer dinyalakan, komputer mengeluarkan prompt standar untuk memasukkan DOS ke dalam drive ( sebelum tahun 1955 masih menggunakna drive B : dengan disk berukuran 5 ½ inch ).

Setelah DOS dimasukkan, komputer akan melakukan booting.

Setelah booting dilakukan, kita dapat memasukkan salah satu program aplikasi yang kita butuhkan dengan menggatikan DOS dengan disk lain. Misalnya kita akan melakukan pengetikan dan menggunakan aplikasi Wordstar.Pengetikan dilakukan langsung ke dalam disk kosong yang dipersiapkan dan secara bertahap melakukan Sving dengan menekan tombol CTRl+S.


Melihat cara kerja sistem operai berbasis teks diatas, dapat kita lihat bahwa salah satu fungsi sistem operasi yaitu memantau program, mengendalikan fungsi input atau output setiap program, dan mengendalikan program dari satu program lainya.

Ada beberapa sistem operasi yang interface-nya dengan user (pengguna) berbasis TEXT seperti : DOS, POSIX, LINUX 

d. Cara Mengecek Jaringan Bekerja Dengan Baik

Untuk pengguna windows, silahkan menekan tombol Windows + R lalu ketikkan ping 8.8.8.8 -t. Atau juga bisa dengan menjalankan cmd (command prompt) lalu ketikan perintah seperti diatas. 

Setelah klik OK , maka akan muncul jendela baru yang memberikan keterangan apakah anda sedang terkoneksi ke internet atau tidak.

Jika yang muncul pesan Request Time Out. berarti koneksi anda sedan bermasalah. hal ini terjadi disaat anda sudah terkoneksi dengan router atau wifi namun  tidak dapat melakukan koneski internet. cara mengatasinya dapat dengan reconnect atau menunggu sampai koneksi stabil kembali.

Selain itu jika yang muncul general failure atau juga unreachable maka anda sedang benar-benar tidak terkoneksi dengan internet.

A.    Membagi Alamat Jaringan Pada Perangkat Jaringan

1.      Node Pada Jaringan

a.       Pengertian Node

Description: https://i0.wp.com/pemasangan.com/wp-content/uploads/2019/05/Gambar-pendukung-Artikel-3.jpg?resize=749%2C489&ssl=1

Node (Latin nodus, ‘simpul’) adalah salah satu titik sambungan, titik redistribusi, atau titik akhir komunikasi (beberapa terminal peralatan). Definisi node tergantung kepada jaringan dan protokol lapisan tersebut. Node jaringan fisik adalah perangkat aktif elektronik yang terpasang ke dalam jaringan, dan mampu membuat, menerima, atau mengirimkan informasi melalui saluran komunikasi.

 

b.      Node Pada Jaringan Komputer

Dalam komunikasi data, node jaringan fisik dapat berupa sebuah peralatan komunikasi data (DCE) seperti modemhub, bridge, serta beralih ; atau peralatan terminal data yang (DTE) seperti handset digital telepon, printer maupun computer host , misalnya router, workstation, atau server.

Jika jaringan yang dimaksud adalah LAN atau WAN, maka setiap LAN atau WAN simpul (yang setidaknya lapisan data link perangkat) harus memiliki alamat MAC, biasanya memiliki satu untuk setiap antarmuka pengendali jaringan yang dimilikinya. Contohnya adalah komputer, switch paket, DSL modem (dengan antarmuka Ethernet), dan LAN nirkabel jalur akses.

Perhatikan bahwa hub merupakan simpul jaringan fisik, tapi bukan merupakan node jaringan LAN, karena jaringan hub logis adalah jaringan bus. Analog, repeater, ataupun modem PSTN adalah node jaringan fisik tetapi bukan node LAN dalam pengertian ini.

Jika jaringan yang dimaksud adalah Internet atau Intranet, banyak node jaringan fisik komputer host , dan dikenal dengan node Internet, diidentifikasi oleh alamat IP, dan semua host node jaringan fisik. Namun, beberapa lapisan datalink perangkat seperti switch, jembatan dan WLAN jalur akses tidak memiliki alamat IP host (kecuali kadang-kadang untuk tujuan administratif), dan tidak dianggap node Internet atau host, tapi node jaringan sebagai fisik dan node LAN.

Jadi kesimpulannya adalah Node artinya titik. Dalam konteks jaringan, node adalah anggota jaringan yang dapat menerima data atau menghasilkan data. ada pula node yang dapat menghasilkan sekaligus menerima data. Contoh node yaitu komputer server serta client.

 

c.       Fungsi Node

Node dapat berupa perangkat elektronik aktif, termasuk komputer, telepon atau printer, selama terhubung ke internet dan karena itu memiliki alamat IP. Peran node adalah untuk mendukung jaringan dengan menjaga salinan dari blockchain dan, dalam beberapa kasus, untuk memproses transaksi. Node sering diatur dalam struktur pohon, yang dikenal sebagai pohon biner. Setiap cryptocurrency memiliki simpulnya sendiri, mempertahankan catatan transaksi itu.




Node adalah bagian individual dari struktur data yang lebih besar yang memblokir blok. Mengingat pemilik node secara rela menyumbangkan sumber komputasi mereka untuk menyimpan dan mengkonfirmasi transaksi, mereka memiliki kesempatan untuk mengumpulkan biaya transaksi dan mendapatkan imbalan dalam cryptocurrency dasarnya untuk melakukannya. Ini dikenal sebagai penambangan atau penempaan.

Node dapat menjadi titik komunikasi atau titik redistribusi komunikasi, yang terhubung ke node lain. Setiap node di jaringan dianggap sama, tetapi node tertentu memiliki peran berbeda dalam cara mereka mendukung jaringan. Misalnya, tidak semua node akan menyimpan salinan lengkap dari blok atau mendukung transaksi.

Satu node penuh mengunduh salinan lengkap satu blok dan memeriksa setiap transaksi baru yang datang berdasarkan protokol konsensus yang digunakan oleh kode cryptocurrency atau token utilitas tertentu. Semua node menggunakan protokol persetujuan yang sama untuk tetap selaras satu sama lain. Ini adalah node di jaringan yang mengkonfirmasi dan memvalidasi transaksi, memasukkannya ke dalam blok. Node selalu sampai pada kesimpulan sendiri apakah transaksi itu sah dan harus ditambahkan ke blok dengan transaksi lainnya, terlepas dari bagaimana node lain bertindak.

Di dalam jaringan komputer dikenal sistem koneksi antar node (komputer), yaitu:

1. Peer to Peer (P2P)

Secara bahasa, peer dapat diartikan sebagai rekan sekerja. Peer to peer merupakan suatu model dimana tiap PC dapat menggunakan resource pada PC lain atau memberikan resourcenya untuk dipakai PC lain.




Model Peer To Peer

Tidak ada yang bertindak sebagai server yang mengatur sistem komunikasi dan penggunaan resource komputer yang ada di jaringan, dengan kata lain setiap komputer dapat berfungsi sebagai client maupun server pada saat yang sama. Peer-to-peer network dapat juga bisa diartikan sebagai jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer, terhubung langsung dengan kabel crossover atau wireless atau juga dengan perantara hub atau switch.

Komputer pada jaringan peer-to-peer ini normalnya berjumlah sedikit dengan 1-2 printer. Demi pemakaian khusus, seperti riset, laboratorium komputer, dan lainnya. Maka model peer to peer ini bisa saja dikembangkan untuk koneksi lebih dari 10 hingga 100 komputer.

Misalnya terdapat beberapa unit komputer dalam satu departemen, diberi nama group yang sesuai dengan departemen yang bersangkutan. Masing-masing komputer diberi alamat IP dari satu kelas IP yang sama agar bisa saling sharing untuk bertukar data atau resource yang dimiliki komputer masing-masing, seperti printer, CD-Romfile, dan lain-lain.

 

2. Client Server

Client Server adalah model jaringan yang menggunakan satu atau beberapa komputer sebagai server yang memberikan resource-nya kepada komputer lain (client) dalam jaringan, server akan mengatur mekanisme akses resource yang boleh digunakan. Dan juga mekanisme komunikasi antar node dalam jaringan.

Selain pada jaringan lokal, sistem ini bisa juga diterapkan dengan teknologi internet. Dimana hanya ada suatu unit komputer berfungsi sebagai server, yang hanya memberikan pelayanan bagi komputer lain dan client yang juga hanya meminta layanan dari server.

Jenis layanan Client-Server antara lain:

·         File Server: memberikan layanan fungsi pengelolaan file.

·         Print Server: memberikan layanan fungsi pencetakan.

·         Database Server: proses-proses fungsional tentang database dijalankan pada mesin ini dan stasiun lain dapat minta pelayanan.

·         DIP (Document Information Processing): mempersembahkan pelayanan fungsi penyimpanan, manajemen dan pengambilan data.


1.      Segment Pada Jaringan

a.       Pengertian Segmentasi Jaringan

Segmentasi jaringan adalah gagasan untuk membuat sub-jaringan dalam jaringan perusahaan atau perusahaan atau beberapa jenis jaringan komputer lain secara keseluruhan. Segmentasi jaringan memungkinkan penahanan malware dan ancaman lainnya, dan dapat menambah efisiensi dalam hal kinerja jaringan.

Techopedia menjelaskan Segmentasi Jaringan

Salah satu contoh yang sangat baik dari segmentasi jaringan melibatkan menempatkan firewall internal di dalam jaringan. Para insinyur kemudian membagi dua sisi firewall yang berbeda ke dalam area sub-jaringan tertentu. Misalnya, data dapat masuk ke lingkungan sub-jaringan pertama dan dipindai untuk kode jahat sebelum berkembang melalui firewall ke sisi lain jaringan.

Penggunaan besar lainnya untuk segmentasi jaringan adalah untuk merutekan data dengan cara yang paling efisien dan efektif. Untuk mengoptimalkan alur kerja, insinyur hanya dapat mengirim jenis data tertentu melalui segmen jaringan tertentu, baik untuk meningkatkan keamanan, atau untuk memotong lalu lintas yang tidak perlu yang memberikan tekanan pada perangkat keras jaringan atau membutuhkan lebih banyak sumber daya. Vendor menggunakan produk dan layanan baru untuk membawa efisiensi dan fleksibilitas ke jaringan klien melalui segmentasi jaringan, dan itu berdampak pada industri TI.

 

b.      Keuntungan Segmentasi Jaringan

·      Berkurangnya kemacetan: peningkatan performa tercapai, karena pada jaringan tersegmentasi terdapat lebih sedikit host per subjaringan, sehingga meminimalkan lalu lintas local.

·      Keamanan yang lebih baik.

·      Siaran akan dimuat ke jaringan lokal. Struktur jaringan internal tidak akan terlihat dari luar.

·      Ada pengurangan permukaan serangan yang tersedia untuk Pivot jika salah satu host pada segmen jaringan dikompromikan. Vektor serangan umum seperti keracunan LLMNR dan NetBIOS dapat sebagian dikurangi dengan segmentasi jaringan yang tepat karena mereka hanya bekerja pada jaringan lokal. Untuk alasan ini dianjurkan untuk menyegmentasikan berbagai area jaringan dengan menggunakan. Contoh dasar adalah untuk membagi server web, database server dan pengguna standar mesin masing-masing ke segmen mereka sendiri.

·      Dengan membuat segmen jaringan yang berisi hanya sumber daya khusus untuk konsumen yang Anda otorisasikan aksesnya, Anda menciptakan lingkungan yang paling tidak istimewa [1] [2].

·      Berisi masalah jaringan: membatasi efek dari kegagalan lokal di bagian lain dari Jaringan.

·      Mengontrol akses pengunjung: akses pengunjung ke jaringan dapat dikontrol dengan menerapkan VLAN untuk memisahkan Jaringan.

c.       Kelas IP Adress, Subnetting, dan VLSM

·               IP Address

IP Address adalah alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP Address terdiri atas 32 bit (biary digit atau bilangan duaan) angka biner yang dibagi dalam 4 oket (byte) terdiri dari 8 bit. Setiap bit mempresentasikan bilangan desimal mulai dari 0 sampai 255.

Jenis-jenis IP Address terdiri dari :

1.      IP Public

Public bit tertinggi range address bit network address
kelas A 0 0 – 127* 8
kelas B 10 128 – 191 16
kelas C 110 192 – 223 24
kelas D 1110 224 – 239 28

2.      Privat

IP Privat ini dapat digunakan dengan bebas tetapi tidak dikenal pada jaringan internet global. Karena itu biasa dipergunakan pada jaringan tertutup yang tidak terhubung ke internet, misalnya jaringan komputer ATM.

10.0.0.0 – 10.255.255.255
172.16.0.0 – 172.31.255.255
192.168.0.0 – 192.168.255.255

Kesimpulan
1.0.0.0-126.0.0.0:KelasA.
127.0.0.0 : Loopback network.
128.0.0.0 - 191.255.0.0 : Kelas B.
192.0.0.0 - 223.255.255.0 : Kelas C.
224.0.0.0 = 240.0.0.0 : Class E, reserved.

 

3.                  Ipv6
Terdiri dari 16 oktet, contoh :
A524:72D3:2C80:DD02:0029:EC7A:002B:EA73

 

Subnetting

Seorang Network Administrator sering kali membutuhkan pembagian network dari suatu IP Address yang telah diberikan oleh Internet Service Provider (ISP). Dikerenakan persedian IP Address pada saat ini sangat terbatas akibat menjamurnya situs-situs di internet. Cara untuk membagi network ini disebut dengan subneting dan hasil dari subneting disebut subnetwork. Langkah-langkah subneting adalah sbb :

contoh 2:
Suatu perusahaan mendapatkan IP adress dari suatu ISP 160.100.0.0/16, perusahan tersebut mempunyai 30 departemen secara keseluruhan, dan ingin semua departemen dapat akses ke internet. Tentukan network tiap departemen ?

Solusi ;
1. Tentukan berada dikelas mana ip tersebut ? B
2. Berapa jumlah network yang dibutuhkan ?
dengan rumus 2n > network yang dibutuhkan
25 > 30
3. Ubah menjadi biner

network-portion host-portion
10100000 01100100 00000000 00000000
11111111 11111111 00000000 00000000

4.                  Ambil bit host-portion sesuai dengan kebutuhkan network, sehingga

network-portion host-portion
10100000 01100100 _ _ _ _ _ 000 00000000
11111111 11111111 1 1 1 1 1 000 00000000

perhatikan oktet ketiga
_ _ _ _ _ 000
1 1 1 1 1 000

 

Cara 1
Dengan mengkombinasikan bit

00001 000 = 8
00010 000 = 16
00011 000 = 24
00100 000 = 32
00101 000 = 40
00110 000 = 48
……………
11111 000 = 248

 

Cara 2
Mengurangi subnet mask dgn bilangan 256

11111 000 = 248

256 – 248 = 8 maka subnetwork adalah kelipatan 8

No Depertemen Subnetwork (255.255.248.0)
1 Pertama 160.100.8.0
2 Kedua 160.100.16.0
3 Ketiga 160.100.24.0
4 Keempat 160.100.32.0
5 Kelima 160.100.40.0
6 Keenam 160.100.48.0
7 Ketujuh 160.100.56.0

 

30 Ketigapuluh 160.100.248.0
Maka

Network Broadcast Range-Hoat
160.100.8.0 160.100.15.255 160.100.8.1 - 160.100.15.254
160.100.16.0 160.100.23.255 160.100.16.1 - 160.100.23.254
160.100.24.0 160.100.31.255 160.100.24.1 - 160.100.31.254
160.100.32.0 160.100.39.255 160.100.32.1 - 160.100.39.254
160.100.40.0 160.100.47.255 160.100.40.1 - 160.100.47.254
160.100.48.0 160.100.55.255 160.100.48.1 - 160.100.55.254
160.100.56.0 160.100.63.255 160.100.56.1 - 160.100.63.254
160.100.64.0 160.100.71.255 160.100.64.1 - 160.100.71.254
160.100.72.0 160.100.79.255 160.100.72.1 - 160.100.79.254
…….. ………. ………….

160.100.248.0 160.100.255.255 160.100.248.1 - 160.100.255.254

 

VLSM (Variable Leght Subnet Mask)

Konsep subneting memang menjadi solusi dalam mengatasi jumlah pemakaian IP Address. Akan tetapi kalau diperhatikan maka akan banyak subnet. Penjelasan lebih detail pada contoh :

contoh 2:
Pada suatu perusahaan yang mempunyai 6 departemen ingin membagi networknya, antara lain :
1. Departemen A = 100 host
2. Departemen B = 57 host
3. Departemen C = 325 host
4. Departemen D = 9 host
5. Departemen E = 500 host
6. Departemen F = 25 host

IP Address yang diberikan dari ISP adalah 160.100.0.0/16

Apabila kita menggunakan subneting biasa maka akan mudah di dapatkan akan tetapi hasil dari subneting (seperti contoh 1) tersebut akan terbuang sia-sia karena hasil dari subneting terlalu banyak daripada jumlah host yang dibutuhkan. Maka diperlukan perhitingan VLSM yaitu :

1.                  Urut kebutuhan host yang diperlukan
1. Departemen E = 500 host
2. Departemen C = 325 host
3. Departemen A = 100 host
4. Departemen B = 57 host
5. Departemen F = 25 host
6. Departemen D = 9 host

2.                  Ubah menjadi biner

network-portion host-portion
10100000 01100100 00000000 00000000
11111111 11111111 00000000 00000000
Jika pada subneting dimabil dari network maka pada VLSM diambil pada dari host

l Untuk 500 host
network-portion host-portion
10100000 01100100 00000000 00000000
11111111 11111111 00000000 00000000

Untuk 500 host dimabil 9 bit dari host-portion karena
2n-2 > jumlah host

Hasilnya 160.100.0.0/23

Network Broadcast Range-Hoat
160.100.0.0/23 160.100.0.255 160.100.0.1 - 160.100.1.254
160.100.2.0/23 160.100.2.255 160.100.2.1 - 160.100.3.254
160.100.4.0/23 160.100.4.255 160.100.4.1 - 160.100.5.254
160.100.6.0/23 160.100.6.255 160.100.6.1 - 160.100.7.254
160.100.8.0/23 160.100.8.255 160.100.8.1 - 160.100.9.254
…….. ………. ………….
160.100.254.0/23 160.100.254.255 160.100.254.1 - 160.100.255.254

l Untuk 325 host kita masih dapat menggunakan subnet dari 500 host karena masih dalam arena 29 dan pilihlah subnet yang belum digunakan.
l Untuk 100 host menggunakan 28 > 100 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
misal 160.100.2.0/24

network-portion host-portion
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000010 00000000

maka
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.2.0/24 160.100.2.255 160.100.2.1 - 160.100.2.254
160.100.3.0/24 160.100.3.255 160.100.3.1 - 160.100.3.254

l Untuk 57 host menggunakan 26 >57 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
misal 160.100.3.0/24

network-portion host-portion
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000011 00000000

maka
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.3.0/26 160.100.3.91 160.100.3.1 - 160.100.3.90
160.100.3.64/26 160.100.3.63 160.100.3.65 - 160.100.3.126
160.100.3.128/26 160.100.3.127 160.100.3.129 - 160.100.3.190
160.100.3.192/26 160.100.3.191 160.100.3.193 - 160.100.3.254

l Untuk 25 host menggunakan 25 > 25 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
misal 160.100.3.192/25

network-portion host-portion
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000011 00000000
maka

Network Broadcast Range-Hoat
160.100.3.192/27 160.100.3.223 160.100.3.193 - 160.100.3.222
160.100.3.224/27 160.100.3.255 160.100.3.225 - 160.100.3.254

l Untuk 9 host menggunakan 24 > 16 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
misal 160.100.3.224/25

network-portion host-portion
10100000 01100100 00000010 00000000
11111111 11111111 00000011 00000000

maka
Network Broadcast Range-Hoat
160.100.3.224/28 160.100.3.239 160.100.3.225 - 160.100.3.227
160.100.3.240/28 160.100.3.255 160.100.3.241 - 160.100.3.254

A.    Mendokumentasikan Pengalamatan Jaringan

1.      Mencatat alamat masing masing node atau perangkat jaringan

Topologi Bus

IP Address kelas c

a.    Server

DHCP

-          IP Address 192.168.10.1

-          Subnet Mask 255.255.255.0

-          DNS  192.168.10.1

-          Defaul Gateway 192.168.10.1

DNS

-          Resource Records

-          Name pendidikan teknologi informasi dan komunikasi.com

-          IP Address 192.168.10.1

b.      Switch

c.       Kabel Automatically Choose Conecction Type

d.      PC0

-          IP Address 192.168.10.2

-          Subnet Mask 255.255.255.0

-          Default Gateway 192.168.10.1

-          DNS Server 192.168.10.1

e.       PC1

-     IP Address 192.168.10.3

-     Subnet Mask 255.255.255.0

-     Default Gateway 192.168.10.1

-     DNS Server 192.168.10.1

f.       PC2

-       IP Address 192.168.10.4

-       Subnet Mask 255.255.255.0

-       Default Gateway 192.168.10.1

-       DNS Server 192.168.10.1

 

g.      PC3

-       IP Address 192.168.10.5

-       Subnet Mask 255.255.255.0

-       Default Gateway 192.168.10.1

-       DNS Server 192.168.10.1

h.      PC4

-       IP Address 192.168.10.6

-       Subnet Mask 255.255.255.0

-       Default Gateway 192.168.10.1

-       DNS Server 192.168.10.1

 

2.      Membuat Dokumentasi Pengalamatan Jaringan

a.       Membuat denah jaringan

 


 

b.      Menggambarkan topologi jaringan

 



 




c.       Laporan Hasil pencatatan pengalamatan

 



 


 





 

 

 

 



















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Spesifikasi Perangkat Jaringan